News dan Informasi Terkini

NasDem Kritisi Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

Oleh : Admin

373

MAJAeLENGKA, 11 Maret 2020 –  Nina Nurhayati, Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat menyoroti anggaran pendidikan dan kesehatan dalam APBD 2020 yang belum terlihat kenaikannya. Padahal, anggaran belanja Pemerintah Provinsi Jabar 2020 naik Rp 5 triliun dari tahun lalu.

Menurut Nina Nurhayati yang berasal dari Fraksi NasDem Persatuan Indonesia, “ada kenaikan signifikan dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan anggaran belanja tahun 2020. Namun ia tidak melihat perubahan pagu anggaran dari mitra-mitranya di wilayah Kesejahteraan Rakyat (Kesra).”

“Kenaikan belanja yang besar itu belum tercermin di mitra-mitra Komisi V angka-angkanya itu,” ungkap Nina di Majalengka selama menjalankan kegiatan Reses II Sidang tahun 2019-2020 yang dilaksanakan berbarengan juga sebelumnya dengan kegiatan Pengukuhan Garnita Malayahati NasDem Majalengka, di Jalan Satari No 3 Keluarahan Majalengka Wetan, Kecamatan/kabupaten Majalengka, Rabu (11/3).

Menurutnya, seharusnya ada kenaikan sekitar 10 persen dari mitra-mitra Komisi V kalau melihat besaran anggaran 2020 Rp 46,1 triliun. Terutama untuk sektor pendidikan yang memiliki porsi 20 persen dan kesehatan 10 persen dari APBD.

“Jadi kalau belanja provinsi nilainya naik Rp 5 triliun berarti 5 per 46 (mitra) ya berarti sekitar 10 persen (kenaikan), harusnya sektor pendidikan dan kesehatan naik juga. Kami mempertanyakan daftar belanjanya naiknya di mana, padahal kebutuhannya besar sekali,” ujarnya.

Ia mengaku pihaknya akan segera berkomunikasi dengan komisi lainnya untuk melihat pos anggaran belanja lain.

“Kita ingin sebagai mitra kalau ada kenaikan anggaran keseluruhan, proporsi kenaikan itu juga terjadi di mitra kami. Kita akan komunikasi dengan komisi lain melihat ini larinya anggaran ke mana,” tutur dia.

Nina juga menyoroti optimalisasi program-program di bidang sosial yang belum efektif. Misalnya, peningkatan minat baca masyarakat melalui Kotak Literasi Digital (Kolecer) yang dinilai belum tampak manfaatnya.

“Program yang disebut Program Unggulan kita lihat belum menyentuh esensi masalah, lebih cenderung ke semacam kosmetik saja. Misalnya program perpustakaan, lemahnya minat baca, contohnya kolecer, publikasi besar tapi tidak menyentuh akar masalah,” ujar Anggota DPRD Fraksi NasDem Persatuan Indonesia yang merupakan isteri mang Eef Hidayat, mantan Bupati kabupaten Subang ini.

Dalam reses yang dihadiri warga Rt 001 Rw 009, warga Rw 010, kelurahan Majalengka Wetan, serta pengurus DPC Dapil 1 serta pengurus DPD Partai NasDem Kab Majalengka, ambu Nina, panggilan akrabnya berharap dapat memperjuangkan aspirasi warga.

” Saya ingin warga disini bisa berdaya, khususnya kalangan ibu-ibu dengan cara bergabung dengan Garnita NasDem kabupaten Majalengka dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kewirausahaan. Perempuan bisa aktif, membentuk koperasi misalnya, membuat program kegiatan dalam koperasi tersebut yang dibina bersama-sama Garnita, memberdayakan dirinya, seperti membuat usaha konveksi, belajar menjahit, membordir, mendesain dan tentu saja belajar memasarkannya, pungkas ambu Nina diakhir acara tanya jawab yang diajukan warga dan pengurus Nasdem selama reses II berlangsung. *** ( dmr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.